TERGANTUNG ISINYA

Sebuah *BOTOL* :
Kalau diisi air mineral, harganya 3 ribu an...

Kalau diisi jus buah, harganya 10 ribu an...

Kalau diisi Madu , harganya Ratusan ribu...

Kalau diisi minyak wangi harganya bisa jutaan.

Kalau diisi air got, hanya akan dibuang dalam tong sampah karena langsung tiada harganya dan tidak ada yg suka....

Sama-sama botol t e t a p i harganya berbeda, sebab apa yang terisi di dalamnya adalah berbeda...

Begitu juga dengan kita ; semua sama.., semua manusia...

Yang membedakan antara satu dengan yg lainnya adalah *KARAKTER* yang ada dalam diri kita.

Pengetahuan yang benar akan membangun diri kita kepada karakter yang benar.

"Umur seperti Batu Es"*

*"Sukses tidak diukur dari posisi yang dicapai seseorang dalam hidup, tapi dari kesulitan- kesulitan yang berhasil diatasi ketika berusaha meraih sukses"*

"Bila Kamu mengisi hati kamu,
dengan penyesalan untuk masa lalu,
& kekhawatiran untuk masa depan,
Kamu tak memiliki hari ini untuk kamu syukuri.

Jika kamu berpikir tentang hari kemarin, tanpa rasa penyesalan dan hari esok tanpa rasa takut,
berarti kamu sudah berada dijalan yang benar menuju sukses"

*Umur itu seperti es batu*
dipakai atau tidak dipakai akan tetap mencair, begitu juga dengan umur, digunakan atau tidak digunakan umur kita akan tetap bertambah...

Intinya...

*"Selagi kita masih hidup, lakukanlah kebaikan sebanyak mungkin."*

*"Impian adalah titik awal keberhasilan. Tapi, hanya titik awal. Bermimpi saja tidak cukup untuk bisa berhasil. Kerja keras tetap diperlukan."*

*"Hujan Besar itu seperti Tantangan Hidup. Tidak perlu memohon supaya Hujan berhenti, tetapi cukup memohon supaya Payung kita bertambah Kuat."*

*"Hubungan tanpa saling percaya adalah seperti mobil tanpa bensin; hanya bisa berada di dalamnya, tanpa bergerak ke mana-mana."*

*"Ingat, Rezeki tidak selalu datang dibungkus dengan Kain Sutra. Terkadang, Rezeki itu datang dibungkus dengan Koran Bekas."*

Selamat Beraktivitas🙏

LIKA LIKU HIDUP

Ada seorang dermawan yg dari atas gedung menebar uang pecahan:

Rp. 5.000,-
Rp. 10.000,-
Rp. 20.000,-
Rp. 50.000,-
Rp. 100.000,-

Di bawah gedung, berkerumun banyak orang yg sibuk. Mereka saling berebut memunguti uang yg berserakan *_"TANPA ADA YANG PEDULI"_* sumber uang itu dari *_SIAPA._*

Suatu saat, Sang Dermawan naik lagi ke atas gedung tsb & kali ini beralih menebar kerikil-kerikil kecil ke dalam kerumunan orang yg ada di bawah. Sontak terjadi keramaian.

Ada yg terkena di kepala, bahu, tangan, punggung & anggota tubuh lainnya. Lalu mereka panik & marah, menengadah ke atas berusaha *"MENCARI TAHU"* dari mana sumber dari kerikil-kerikil tsb dijatuhkan?

Itulah sikap dari kebanyakan manusia, saat *BERKAH*
(hal yg menguntungkan) datang,
semua *_sibuk tanpa peduli siapa yg memberi & sedikit sekali yg mampu berterima kasih & mau mengucap syukur atas keberkahan tsb._*

Namun saat *masalah datang,* maka semua akan _spontan mencari sumber masalah & biang keroknya. Mereka akan serta-merta marah & menyalahkan orang lain tanpa mau cari solusi lagi._ "Apakah kita hanya mau menerima yg baik saja, tetapi tidak mau menerima yg buruk ?"

Tanpa mau tahu bahwa hidup ini sebenarnya sudah *satu paket,* baik & buruk, senang & susah, semuanya satu kesatuan yg tak mungkin terpisahkan.

Bila suatu ketika kita *_"kena giliran" menjalani hal-hal buruk & susah, maka jalanilah dgn tabah & tetap *bersyukur_*, karena hanya itu kuncinya...

Mau belajar *SABAR?*
Nanti kita akan ketemu dgn orang-orang yg _keras kepala kepada kita._

Mau belajar *MENGAMPUNI?*
Nanti kita akan dipertemukan dgn orang-orang yg _menyakiti kita._

Mau belajar *MEMBERI?*
Sebentar lagi kita akan dihadapkan dgn orang-orang yg _berkekurangan._

Mau belajar *RENDAH HATI?*
Tunggu saja, nanti akan ada orang-orang yg _merendahkan diri kita._

Kabar buruknya, *"HIDUP INI TAK AKAN ADA YANG SEMPURNA !"*

Kabar baiknya, *"KITA TAK PERLU HIDUP YANG SEMPURNA UNTUK BISA MENIKMATINYA"*

PUISI CUMA EMAK YANG TAHU

Saat emak baru saja memejamkan mata,
pecahlah tangisan sikecil dengan nyaringnya.
Dalam keadaan mengantuk, anak pun harus digendong sepenuh cinta.
Bagaimana rasanya...?
_Cuma emak yang tahu rasanya....._

Saat lapar melanda
terbayang makanan enak di atas meja.
Ketika suapan pertama, anak pup dicelana.
Bagaimana rasanya...?
_Cuma emak yang tahu rasanya....._

Saat badan sudah lelah tak ada tenaga, ingin segera mandi menghilangkan penat yang ada, mumpung anak-anak sedang anteng dikamarnya.
Belum sempat sabunan, anak sudah menangis berantem rebutan boneka.
Kacaulah acara mandi emak. Langsung handukan walau daki masih menempel dibadannya.
Bagaimana rasanya?
_Cuma emak yang tahu rasanya.....,_

Saat emak ingin beribadah dengan khusuknya.....,
anak-anak mulai mencari perhatian.
Menarik-narik mukena, mengacak-ngacak lemari baju mumpung emak tak berdaya,
loncat sana loncat sini, punggung emak jadi pelana.
Belum juga beres doa, anak-anak semakin berkuasa.
Bagaimana rasanya?
_Cuma emak yang tahu rasanya...._

Aaah.....,
dibalik kerepotan itu semua, namun ada jua syurga didalamnya.

Cuma emak yang tahu lezatnya makna senyuman anak yang diberikan,
Pelukan anak,
Ucapan cinta anak yang tampak sederhana dihadapan orang, namun berubah menjadi intan permata dimata emak.

Itulah mengapa....?
Saat anak bahagia, emak menangis,
Anak berprestasi, emak menangis,
Anak tidur lelap, emak menangis,
Anak pergi jauh, emak menangis,
Anak menikah, emak menangis,
Anak wisuda TK saja, emak menangis,
Anak tampil dipanggung, emak menangis.....

Aah....., inikah tangis bahagia yang tak akan dapat dimiliki siapapun jua.

Jika engkau tak mengalaminya sendiri sebagai emak,
mungkinkah ini bagian dari surga milikNya yang diberikan kepada seluruh emak, sebuah cinta yang begitu lezatnya dirasa...?

Dan akhirnya, saya percaya dimana ada kerasnya perjuangan emak didalam rumah..,
maka disitu akan hadir cahaya surga yang menemani emak, yang tak kalah indahnya...

Jika hari ini engkau menangis karena repotnya mengasuh anak, maka akan ada hari dimana engkau akan tersenyum paling manis, karena kebaikan yang hadir bersamanya...

*Salam buat seluruh emak-emak...
*Dimanapun berada....*

* Hanya emak yang tahu rasanya membaca puisi ini.

MUHASABAH

_Jika Imam Syafi’i Rohimahulloh merasa mendapat bencana disaat melihat betis seorang gadis yang tak sengaja tersingkap.._
_Aku malah merasa mendapat nikmat meski tak ku ungkap.._

_Jika Umar bin Khotthob Rodhiyallohu 'anhu menginfaq-kan kebun yang membuatnya ketinggalan sholat Ashar.._
_Aku malah biasa saja, berulang kali tertinggal sholat meskipun adzan terdengar berkumandang.._

_Jika Urwah bin Zubair Rodhiyallohu 'anhu tak terganggu sholatnya disaat pisau mengamputasi kakinya.._
_Aku bahkan terganggu, hanya karena seekor nyamuk yang menggigit .._

_Jika Nabi Ibrohim AS sangat menyesal karena pernah berbohong meski seumur hidupnya hanya tiga kali.._
_Aku malah santai saja, meski jumlah dustaku sudah tak terhitung lagi.._

_Jika ‘Aisyah Rodhiyallohu 'anha menyesal mengatakan “Shafiyah Si Pendek” yang bisa mengubah warna lautan.._
_Lalu bagaimana dengan gunjingan dari mulutku..?_
_Mungkin bisa membuat seluruh samudra menjadi pekat hitam legam...?_

_Jika Umar bin Abdul Azis Rodhiyallohu 'anhu bergetar menahan istrinya berbicara di ruangan yang diterangi pelita minyak yang dibiayai oleh negara.._
_Aku malah asyik menggunakan fasilitas negara atau perusahaan, seakan milikku saja.._

_Jika serpihan pagar kayu rumah seseorang yang dijadikan tusuk gigi dapat membuat “Sang Kyai” tertahan untuk masuk ke surga-NYA.._
_Aku malah enak saja menikmati mangga hasil jarahan kebun orang lain.._

_Sudah begitu…pede pula Aku meminta masuk ke surga-NYA.._

_Astaghfirullohal 'Azhiim Alladzii Laa ilaaha illa Huwal Hayyul Qoyyuum Wa Atuubu ilaih.._

_Memang hari ini dunialah yang nyata, dan akhirat hanya cerita.._

_Namun sesudah mati, akhiratlah yang nyata dan dunia tinggallah cerita..._

_Pesan Nabi Muhammad  SAW, :"Perbanyaklah mengingat kematian maka kamu akan terhibur dari (kelelahan) dunia, dan hendaklah kamu bersyukur.._

_Sesungguhnya bersyukur akan menambah nikmat Alloh, dan perbanyaklah do'a.._

_Sesungguhnya kamu tidak mengetahui kapan do'amu akan terkabul..." ._
_(HR.Ath-Thobroni)_

Semoga bermanfaat.

UANG KALO TINGGAL SEDIKIT PERTANDA AKAN DATANG LAGI

Suatu hari istri dari KH. Rahmat Abdullah (Almarhum) mengeluh tentang persediaan uang untuk kebutuhan rumah tangga yang tinggal sedikit,

Ust. Rahmat pun menjawabnya dengan tenang
"Santai aja ibu .. duit kalo tinggal dikit artinya mau dateng lagi".

Subhanallah ...!
Ungkapan yang sangat singkat, namun padat, begitulah kelebihan yang Allah berikan kepada para ulama, sebagaimana dikatakan dalam sebuah syair "خير الكلام ما قل ودل " Sebaik baik perkataan yang sedikit dan argumentatif "

Ungkapan Ust Rahmat mengajarkan kita bahwa uang itu mengisi tempat yang kosong, karenanya jika Allah ingin kembali mengisi dompet kita, kosongkanlah sebagian nya untuk membantu sesama.

Uang itu bagaikan air yang didalam gelas, jika belum kita minum, maka air didalam botol tak akan bisa mengisinya.

Uang itu bagaikan air jika ditahan dia kotor, adapun jika kita melepasnya maka ia akan bersih.

Uang itu bagaikan air jika ia ditahan, maka ia akan mencari jalan keluarnya sendiri,
karenanya Nabi saw berujar "ما حالطت الصدقة مالا إلا أفسدته
"Tidaklah sedekah bercampur dengan harta, melainkan ia akan merusak harta tersebut".

Ia akan mencari jalan keluarnya sendiri melalui "anak kita yang sakit sehingga harus ke dokter,
handphone kita yang hilang,
komputer kita yang rusak dan lain lain yang menguras harta kita."

Uang itu seperti udara, ia selalu mengisi ruang yang kosong, karenanya berbagi dan kosongkanlah, biarlah Allah dengan caranya mengisi kehampaan itu.
.والله أعلم بالصواب

LIKA LIKU HIDUP

Ada seorang dermawan yg dari atas gedung menebar uang pecahan:

Rp. 5.000,-
Rp. 10.000,-
Rp. 20.000,-
Rp. 50.000,-
Rp. 100.000,-

Di bawah gedung, berkerumun banyak orang yg sibuk. Mereka saling berebut memunguti uang yg berserakan *_"TANPA ADA YANG PEDULI"_* sumber uang itu dari *_SIAPA._*

Suatu saat, Sang Dermawan naik lagi ke atas gedung tsb & kali ini beralih menebar kerikil-kerikil kecil ke dalam kerumunan orang yg ada di bawah. Sontak terjadi keramaian.

Ada yg terkena di kepala, bahu, tangan, punggung & anggota tubuh lainnya. Lalu mereka panik & marah, menengadah ke atas berusaha *"MENCARI TAHU"* dari mana sumber dari kerikil-kerikil tsb dijatuhkan?

Itulah sikap dari kebanyakan manusia, saat *BERKAH*
(hal yg menguntungkan) datang,
semua *_sibuk tanpa peduli siapa yg memberi & sedikit sekali yg mampu berterima kasih & mau mengucap syukur atas keberkahan tsb._*

Namun saat *masalah datang,* maka semua akan _spontan mencari sumber masalah & biang keroknya. Mereka akan serta-merta marah & menyalahkan orang lain tanpa mau cari solusi lagi._ "Apakah kita hanya mau menerima yg baik saja, tetapi tidak mau menerima yg buruk ?"

Tanpa mau tahu bahwa hidup ini sebenarnya sudah *satu paket,* baik & buruk, senang & susah, semuanya satu kesatuan yg tak mungkin terpisahkan.

Bila suatu ketika kita *_"kena giliran" menjalani hal-hal buruk & susah, maka jalanilah dgn tabah & tetap *bersyukur_*, karena hanya itu kuncinya...

Mau belajar *SABAR?*
Nanti kita akan ketemu dgn orang-orang yg _keras kepala kepada kita._

Mau belajar *MENGAMPUNI?*
Nanti kita akan dipertemukan dgn orang-orang yg _menyakiti kita._

Mau belajar *MEMBERI?*
Sebentar lagi kita akan dihadapkan dgn orang-orang yg _berkekurangan._

Mau belajar *RENDAH HATI?*
Tunggu saja, nanti akan ada orang-orang yg _merendahkan diri kita._

Kabar buruknya, *"HIDUP INI TAK AKAN ADA YANG SEMPURNA !"*

Kabar baiknya, *"KITA TAK PERLU HIDUP YANG SEMPURNA UNTUK BISA MENIKMATINYA"*

www.syaiflash.com

UNTUK PARA ISTRI

UNTUK PARA ISTRI

Saat kau sudah menjadi istri, sesekali pandanglah wajah suamimu ketika ia terlelap.

Itulah orang yang tiada hubungan darah dengan mu namun tetap terus berusaha mencintaimu.
Sesekali saat suami pulang bekerja atau dari tempat usahanya, pandang wajahnya, cium tangannya.
Itulah tangan yang bekerja keras mencari rizki untuk menafkahi dirimu dan anak-
anakmu.
Padahal, sebelum akad nikah ia tak punya hutang budi terhadapmu.
Bahkan ia mempunyai hutang budi terhadap Ibu bapaknya.

Ia memilihmu sebelum ia sempat membalas seluruh hutang budi kedua orang tuanya.

Sesekali saat kau berdua dengannya, lihatlah suamimu, pandanglah wajahnya dengan penuh sayang.
Itulah peribadi yang boleh jadi selalu menutupi masalah-masalah nya diluar rumah,
agar kau tak turut sedih karenanya.

Ia berusaha menyelesaikan masalahnya sendiri
agar kau tidak ikut terbebani.
Sementara kau sering mengadukan masalahmu kepadanya,
berharap ia mau mengerti dan memberi solusi.

Padahal bisa jadi saat itu masalahnya lebih besar
daripada masalahmu.
Namun kau tetap yang
diutamakannya.